Transformasi Alur Layanan Farmasi Pasca Implementasi Iterasi Peresepan Obat Kronis Program BPJS Kesehatan Di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam

Muhammad Yanto, Yaya Aria Santosa, Nurhayati Nurhayati

Abstract


Program Iterasi Resep Obat Kronis merupakan kebijakan pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan efisiensi layanan, mengurangi kepadatan poliklinik, serta menjamin kesinambungan terapi bagi pasien penyakit kronis. Implementasi kebijakan ini mendorong perubahan alur pelayanan farmasi dan berimplikasi pada sistem pelayanan rumah sakit secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi alur pelayanan farmasi pasca implementasi Iterasi Resep Obat Kronis di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam serta mengidentifikasi tantangan dan implikasi pelaksanaannya terhadap tata kelola pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), observasi lapangan, serta analisis dokumen kebijakan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait pelayanan iterasi resep. Analisis data dilakukan menggunakan Analisis Tematik sebagaimana dikembangkan oleh Braun dan Clarke melalui proses pengkodean, pengelompokan subtema, dan penarikan tema utama secara sistematis. Hasil analisis selanjutnya disintesis dalam pemetaan alur pelayanan, Matriks RACI, dan Key Performance Indicator (KPI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi iterasi resep menghasilkan pemangkasan tahapan layanan dan perubahan jalur pelayanan pasien penyakit kronis, yang berdampak pada redistribusi beban kerja dari poliklinik ke Instalasi Farmasi. Kejelasan peran antar aktor pelayanan yang dirumuskan dalam Matriks RACI berkontribusi terhadap peningkatan koordinasi lintas unit dan akuntabilitas pelaksanaan kebijakan. Pemanfaatan teknologi informasi melalui integrasi SIMRS dan sistem BPJS Kesehatan mendukung pelayanan, namun juga menimbulkan ketergantungan sistem dan potensi gangguan operasional. Dari aspek sumber daya manusia, ditemukan peningkatan beban kerja serta kebutuhan adaptasi kompetensi tenaga kefarmasian. Evaluasi kinerja melalui KPI menunjukkan potensi peningkatan efisiensi pelayanan farmasi, namun masih memerlukan penguatan pada pengelolaan alur layanan, kesiapan sistem teknologi, dan edukasi pasien.
Kata Kunci: Iterasi BPJS, Obat Kronis, Transformasi Layanan Farmasi, Analisis Tematik

Full Text:

PDF

References


BPJS Kesehatan. (2020). Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 tentang Pelayanan Kesehatan dalam Kondisi Pandemi COVID-19. Jakarta: BPJS Kesehatan., 2019, 1–53.

BPJS Kesehatan. (2021). Surat Edaran Nomor 22 Tahun 2021 tentang Pelayanan Obat Program Rujuk Balik Dalam Kondisi Wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Jakarta: BPJS Kesehatan., 1–83.

BPJS Kesehatan. (2022). Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 3 Tahun 2022 tentang Pelayanan Obat Program Rujuk Balik. Jakarta: BPJS Kesehatan.

Creswell, J. W. (2018). Qualitative inquiry and research design Choosing among five approaches (4th ed.). Sage.

Damschroder, L. J., Aron, D. C., Keith, R. E., Kirsh, S. R., Alexander, J. A., & Lowery, J. C. (2009). Fostering implementation of health services research findings into practice : A consolidated framework for advancing implementation science. Implementation Science, 4(1), 50. https://doi.org/10.1186/1748-5908-4-50

Islam, Nur, R., Pranoto, Eko, M., & Suswanti, I. (2024). Analisa kesesuaian peresepan obat kronis pasien bpjs rawat jalan poliklinik syaraf dengan formularium nasional di rumah sakit x tangerang selatan. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 13(1), 25–34.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kemenkes RI.

Kristina, S. ., Wiedyaningsih, C., Widyakusuma, N. ., & Aditama, L. K. (2018). Evaluasi Kualitas Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit Menggunakan Metode SERVQUAL. Jurnal Manajemen Dan Pelayanan Farmasi, 8(4), 175–184.

Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam. (2021). Keputusan Direktur RSBP Batam Nomor 445KPTS-DIRRSBPXI2021 tentang Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Terintegrasi. Batam: RSBP Batam.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications Design and methods (6th ed.). Sage.




DOI: https://doi.org/10.52643/marsi.v10i2.8342

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics View My Stats