Determinan Yang Mempengaruhi Kepatuhan Implementasi Budaya Keselamatan Pasien Pada Paramedis Di RSUD Tanjung Priok Tahun 2025

Martdiandini Lukitasari Naibaho, Yuli Prapanca Satar, Sonya Dewi Wulandari

Abstract


Budaya keselamatan pasien merupakan aspek penting dalammeningkatkanmutupelayanan kesehatan, namun kepatuhan tenaga kesehatan dalam penerapannya masihmenjaditantangan di RSUD Tanjung Priok. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaranfaktorindividu dan organisasi, menganalisis hubungan faktor-faktor tersebut dengankepatuhanimplementasi budaya keselamatan pasien, serta mengidentifikasi faktor paling dominanyangmempengaruhi kepatuhan paramedis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengandesain cross-sectional dan model PRECEDE–PROCEED. Populasi penelitian adalahseluruhparamedis di RSUD Tanjung Priok sebanyak 70 orang dengan teknik total sampling. Datadikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat, danmultivariatdengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar paramedis memilikipengetahuan baik (60,0%), sikap positif (74,3%), dan kepatuhan cukup baik(67,1%).Pengetahuan, sikap, budaya organisasi, pelatihan berkala, dan sosialisasi kebijakan berhubungansignifikan dengan kepatuhan, sedangkan motivasi pribadi, kesadaran risiko, dandukunganmanajemen tidak signifikan. Sosialisasi kebijakan menjadi faktor paling dominandalammempengaruhi kepatuhan implementasi budaya keselamatan pasien. Penelitian ini menegaskanpentingnya sosialisasi kebijakan yang efektif untuk meningkatkan kepatuhan paramedisdankeselamatan pasien. Kata kunci: Budaya, Keselamatan, Pasien, Kepatuhan, Paramedis

Full Text:

PDF

References


Abstrak

Budaya keselamatan pasien merupakan aspek penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, namun kepatuhan tenaga kesehatan dalam penerapannya masih menjadi tantangan di RSUD Tanjung Priok. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran faktor individu dan organisasi, menganalisis hubungan faktor-faktor tersebut dengan kepatuhan implementasi budaya keselamatan pasien, serta mengidentifikasi faktor paling dominan yang mempengaruhi kepatuhan paramedis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan model PRECEDE–PROCEED. Populasi penelitian adalah seluruh paramedis di RSUD Tanjung Priok sebanyak 70 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar paramedis memiliki pengetahuan baik (60,0%), sikap positif (74,3%), dan kepatuhan cukup baik (67,1%). Pengetahuan, sikap, budaya organisasi, pelatihan berkala, dan sosialisasi kebijakan berhubungan signifikan dengan kepatuhan, sedangkan motivasi pribadi, kesadaran risiko, dan dukungan manajemen tidak signifikan. Sosialisasi kebijakan menjadi faktor paling dominan dalam mempengaruhi kepatuhan implementasi budaya keselamatan pasien. Penelitian ini menegaskan pentingnya sosialisasi kebijakan yang efektif untuk meningkatkan kepatuhan paramedis dan keselamatan pasien.

Kata kunci: Budaya, Keselamatan, Pasien, Kepatuhan, Paramedis




DOI: https://doi.org/10.52643/marsi.v10i3.8166

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics View My Stats