Induksi Kalus Dari Eksplan Daun Tanaman Kawista (Limonia Acidissima L.) Melalui Pemberian Kombinasi Naphthalene Acetic Acid (NAA)

Muh. Yogi Fauzi, Hayatul Rahmi, Ani Lestari

Abstract


Kawista (Limonia acidissima L.) is a nutrient-rich tropical plant with antioxidant, anticancer, antidiabetic, and anti-inflammatory benefits. Despite its usefulness, it remains rare due to slow growth—taking up to 15 years to bear fruit. In regions like Rembang and Karawang, it is used in traditional foods and drinks. Tissue culture offers a faster, more efficient method for kawista propagation. This research aimed to determine the optimal concentration combination of Naphthalene Acetic Acid (NAA) and Benzyl Amino Purine (BAP) for promoting callus growth from kawista (Limonia acidissima L.) leaf explants through tissue culture techniques. The study was conducted at the Plant Biotechnology Laboratory, Academic Support Unit (UPA), University of Singaperbangsa Karawang, from February to March 2025.mThe experimental method employed a Completely Randomized Design (CRD) with a single factor involving various concentration combinations of NAA and BAP. The treatments consisted of six combinations, each replicated five times: A (control), B (1 ppm NAA + 5 ppm BAP), C (3 ppm NAA + 5 ppm BAP), D (5 ppm NAA + 5 ppm BAP), E (7 ppm NAA + 5 ppm BAP), and F (9 ppm NAA + 5 ppm BAP). The results demonstrated that the combination treatments significantly affected callus initiation time, callus growth percentage, callus diameter, and callus weight. The most effective treatment was F (9 ppm NAA + 5 ppm BAP), which showed the shortest average time for callus emergence 14.87 days, the largest average callus diameter 1.66 cm, and the highest average callus weight 0.39 gram.


Keywords


NAA, BAP, Leaf Explant, Callus, Kawista, Tissue Culture

Full Text:

PDF

References


Andri, R. F. 2017. Pengaruh 2,4-D Terhadap Induksi Embrio Somatik Tanaman Gambir (Uncaria gambir Roxb.). Menara Ilmu, XI(75), 177–181.

Anggraeni, D., Ismaini, L., Surya, M. I., Rahmi, H., dan Saputro, N. W. 2022. Inisiasi Kalus Daun Talinum triangulare (Jacq.) Willd pada Beberapa Kombinasi Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh 2,4-Dichlorophenoxyatic Acid dan Benzyl Adenine. Agrikultura, 33(3), 276.

https://doi.org/10.24198/agrikultura.v33i3.40540

Badan Pusat Statistik. 2016. Luas Panen dan Produksi Kawis Menurut Kecamatan di Kabupaten Rembang, 2016.

Efendi, A. R. 2019. Respon Pemberian Beberapa Konsentrasi Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa L.) Terhadap Pertumbuhan Eksplan Tanaman Kawista (Limonia acidissima L.). Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Singaperbangsa Karawang.

Fauziyyah, D., Hardiyati, T., dan Kamsinah. 2015. Upaya Memacu Pembentukan Kalus Eksplan Embrio Kedelai (Glycine max (L.) Merril) Dengan Pemberian Kombinasi 2.4 D Dan Sukrosa Secara Kultur In vitro. Jurnal Pembangunan Pedesaan, 12(1), 30–37.

Ferantiningsih, E. 2020. Induksi Kalus Eksplan Daun Tanaman Kawista (Limonia acidissima L.) In Vitro dengan Pemberian beberapa Konsentrasi Benzil Amino Purine (BAP). Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Singaperbangsa Karawang.

Firdaus, I. 2020. Induksi dari Eksplan Batang Kawista (Limonia acidissima L.) dalam Media MS dengan Penambahan beberapa Konsentrasi Naphthalene Acetic Acid (NAA) dan Benzil Amino Purine (BAP). Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Singaperbangsa Karawang

Girsang, I. E., Restiani, R., dan Prasetyaningsih, A. 2023. Induksi Kalus Eksplan Daun Porang (Amorphophallus muelleri Blume) Menggunakan Kombinasi Air Kelapa dan IAA (Indole Acetic Acid). Sciscitatio, 4(2), 65–76. https://doi.org/10.21460/sciscitatio.2023.42.119

Gunarti, N. S. 2017. Uji Pendahuluan dan Karakterisasi Buah Kawista (Limonia Accidisima L.) Khas Karawang. Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi, 2(2), 136–144. https://doi.org/10.36805/farmasi.v2i2.502

Junairiah, Sofiana, D. A., Manuhara, Y. S. W., dan Surahmaida. 2018. Induksi Kalus Piper retrofractum Vahl. dengan Zat Pengatur Tumbuh Auksin dan Sitokinin. Journal of Pharmacy and Science, 3(2), 41–46. https://doi.org/10.53342/pharmasci.v3i2.116

Kadek, N., Armila, P., Ulfa Bustami, M., dan Basri, Z. 2014. Sterilisasi dan Induksi Kalus Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Lokal Palu Secara In Vitro. Agrotekbis, 2(April), 129–137.

Kusuma, I. M., Jastian, S. Y., dan Amir, M. 2022. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Kulit Buah Kawista (Limonia acidissima) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Sainstech Farma, 15(1), 31–34. https://doi.org/https://doi.org/10.37277/sfj.v15i1.1099

Mahadi, I., Syafi’i, W., dan Sari, Y. 2016. Induksi Kalus Jeruk Kasturi (Citrus microcarpa) Menggunakan Hormon 2,4-D dan BAP dengan Metode in vitro. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 21(2), 84–89. https://doi.org/10.18343/jipi.21.2.84

Marlin, Yulian, dan Hermansyah. 2015. Inisiasi Kalus Embriogenik pada Kultur Jantung Pisang Curup dengan Penambahan Sukrosa, BAP dan 2,4-D. Jurnal Agrivor, 11(2), 275–283.

Muliati, Tengku, N., dan Nurbaiti. 2017. Pengaruh NAA, BAP dan Kombinasinya pada Media Ms terhadap Perkembangan Eksplan Sansevieria Macrophylla secara In Vitro. Jom Faperta, 4(1), 1–13.

Muna, K., dan Rahayu, E. suwarsi. 2015. Optimasi Medium Pembibitan Kawista (Limonia acidissima L.) dengan Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) dan kompos. Unnes Journal of Life Science, 4(1), 22–28. http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/22974

Nulfitriani, Z., dan Basri, dan I. N. S. 2017. Induksi Kalus dan Inisiasi Tunas Bawang Merah ( Allium ascalonicum L .) Lokal Palu. Mitra Sains, 5(2), 11–18.

Nurdiana, Z., Ariyanti, N. S., dan Hartana, A. 2016. Variasi Morfologi dan Pengelompokan Kawista (Limonia Acidissima L.) di Jawa dan Kepulauan Sunda Kecil. Floribunda, 5(4), 144–156.

Purnadyanti, F. 2020. Respon Pertumbuhan Eksplan Kawista (Limonia Acidissima L.) Terhadap Beberapa Konsentrasi Naphthalene Acetic Acid (NAA) Dan Benzil Amino Purine (BAP). Jurnal Pertanian Indonesia, 1(1), 1–7.

http://www.unil.ch/ssp/page34569.html

Rahmi, H., Abadi, S., dan Utami, M. R. 2023. Pelatihan Teknik Kultur Jaringan Tanaman Kawista di Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat. Jurnal Budiman: Pembangunan Dan Pengabdian Masyarakat Nusantara, 1(2), 28–33. https://doi.org/10.35706/budiman.v1i2.10225

Ramadhan, T. R., dan Habibah, N. A. 2023. Induksi Kalus dari Eksplan Umbi Bawang Merah (Allium ascalonicum L var. Bima Brebes) Dengan Penambahan BAP dan Pikloram. Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences, 46(2), 53–60.

Rasud, Y., dan Bustaman, B. 2020. Induksi Kalus secara In Vitro dari Daun Cengkeh (Syizigium aromaticum L.) dalam Media dengan Berbagai Konsentrasi Auksin. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 25(1), 67–72. https://doi.org/10.18343/jipi.25.1.67

Saptiani, E., Rahmi, H., dan Muharam. 2020. Induksi Kalus Dari Eksplan Daun Tanaman Kawista (Limonia acidissima L.) Secara In Vitro Pada Media MS Dengan Penambahan Beberapa Konsentrasi Air Kelapa (Cocos nucifera L.). Jurnal Agrotek Indonesia, 2(5), 51–56.

Shofiyani, A. S. 2022. Pengaruh Kosentrasi NAA Dan TDZ (Thidiazuron) Terhadap Organogenesis Kalus Kencur (Kaempferia galanga L.). Agritech : Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 24(2), 153.

https://doi.org/10.30595/agritech.v24i2.14755

Wahyuni, A., Satria, B., dan Zainal, A. 2020. Induksi Kalus Gaharu dengan NAA dan BAP Secara In Vitro. Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi, 22(1), 39–44. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/agsjpa.v22i1.36007




DOI: https://doi.org/10.52643/jir.v16i3.6146

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Muh. Yogi Fauzi, Hayatul Rahmi, Ani Lestari

Flag Counter