Determinan Perilaku Pacaran Sehat Pada Siswa di SMK Yarsi Medika Tigaraksa Kabupaten Tangerang Banten Tahun 2024

Mozha Desri Puji Atuti, Febi Ratnasari, Siti Nurzzanah, Lita Anggraini

Abstract


The increase in sexual behavior among adolescents has become a significant issue in reproductive health in Indonesia. This condition is believed to be influenced by the ease of access to sexual content through digital media. Risky sexual behavior is now often perceived as normal by some adolescents who are in dating relationships. Data from the Indonesian Child Protection Commission indicate that 62.7% of adolescents in Indonesia have engaged in sexual intercourse, signaling a shift in norms within adolescent dating relationships. This study aimed to analyze the factors associated with dating behavior among students at an Islamic school in Banten Province. The study employed a quantitative approach with a cross-sectional design and was conducted from January to June 2024 at SMK Yarsi Medika. From a total population of 221 students, 145 respondents were selected using the Slovin formula, with data collected from both primary and secondary sources. The results showed that 24.8% of students exhibited unhealthy sexual behavior, while 75.2% were classified as having healthy sexual behavior. Bivariate analysis revealed associations between risky sexual behavior and knowledge, gender, place of residence, dating status, and peer influence. Further analysis indicated that peer influence was the most dominant factor, with an odds ratio (OR) of 2.6 after controlling for other variables.

Full Text:

PDF

References


Ahmadi A. Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta; 2004.

Ali M, Asrori. Psikologi remaja perkembangan peserta didik. Jakarta: PT Bumi Aksara; 2009.

Ardian H. Dampak negatif pacaran di bawah umur [Internet]. 2018 [cited 2020 Feb 19]. Available from: https://student.cnnindonesia.com/edukasi/20180119114536-445-270121/dampak-negatif-pacaran-di-bawah-umur

Skinner BF. Ilmu pengetahuan dan perilaku manusia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2013.

Choerunnisa IO. Analisis faktor yang mempengaruhi sikap terhadap merek untuk meningkatkan kepuasan pasien pada Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang [thesis]. Semarang: Universitas Diponegoro; 2008.

Departemen Kesehatan RI. Lebih 1,2 juta remaja Indonesia sudah lakukan seks pranikah [Internet]. 2006 [cited 2020 Feb 12]. Available from: http://karodalnet.blogspot.com/2008/08/lebih-12-juta-remaja-indonesia-sudah.html

Departemen Kesehatan RI. Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2007. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2008.

Departemen Kesehatan RI. Modul kesehatan reproduksi remaja. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2002.

Green LW, Kreuter MW. Health promotion planning: an educational and environmental approach. Mayfield Publishing Company; 2010.

Green LW, et al. Perencanaan pendidikan kesehatan: sebuah pendekatan diagnosis. Ed 1. Zulazmi M, translator. 1980.

Istiqomah N, Notobroto BH. Pengaruh pengetahuan dan kontrol diri terhadap perilaku seksual pranikah di kalangan remaja SMK di Surabaya. J Biometrik Kependudukan. 2016;5(2):125–34.

Iwan, et al. Boleh nggak sih masturbasi? Dan 101 pertanyaan tentang seks untuk remaja. Yogyakarta: CV Andi Offset; 2010.

Kementerian Kesehatan RI. Situasi kesehatan reproduksi remaja. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI; 2015.

Makmun AS. Karakteristik perilaku dan pribadi pada masa remaja [Internet]. 2003 [cited 2018 Oct 12]. Available from: http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/03/05/karakteristik-perilaku-dan-pribadi-pada-masa-remaja

Notoatmodjo S. Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2003.

Notoatmodjo S. Promosi kesehatan: teori dan aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta; 2010.

Notoatmodjo S. Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.

Sarwono WS. Psikologi remaja. Jakarta: Grafindo Persada; 2014.

Sarwono WS. Psikologi lintas budaya. Jakarta: Rajawali Pers; 2014.

Sarwono WS. Psikologi remaja. Ed revisi. Depok: Rajawali Pers; 2018.

Soetjiningsih. Remaja usia 15–18 tahun banyak lakukan perilaku seksual pranikah [Internet]. 2006 [cited 2020 Jan 15]. Available from: http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=1659

Sabon SS. Determinan perilaku beresiko HIV/AIDS di kalangan remaja tidak kawin usia 15–24 tahun: analisis data sekunder hasil Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) 2002–2003 [thesis]. Jakarta: Universitas Indonesia; 2003.

Tandrianti A. Perilaku pacaran pada peserta didik sekolah menengah pertama di Kabupaten Tulungagung. 2019.

World Health Organization. Adolescent pregnancy [Internet]. 2006. Available from: http://www.who.int




DOI: https://doi.org/10.52643/jbik.v16i1.8172

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Mozha Desri Puji Astuti, Febi Ratnasari, Siti Nurzzanah, Lita Anggraini

Flag Counter