Analisis Pengaruh Beban Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Retensi Karyawan Dengan Burnout Di Rumah Sakit Adam Talib Cikunir
Abstract
Latar Belakang : Rumah sakit menghadapi tantangan dalam mempertahankan tenaga kerja akibat beban kerja tinggi, kepuasan kerja rendah, dan burnout, yang dapat menurunkan performa serta meningkatkan turnover karyawan. Burnout sering menjadi perantara antara beban kerja dan rendahnya retensi karyawan, sementara kepuasan kerja berperan dalam meningkatkan loyalitas. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Adam Talib Cikunir yang mengalami peningkatan turnover, dengan tujuan menganalisis pengaruh beban kerja dan kepuasan kerja terhadap retensi karyawan, serta peran burnout sebagai variabel mediasi.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan kepuasan kerja terhadap retensi karyawan dengan burnout di rumah sakit adam talib cikunir.
Metode Penelitian : Metode pada penelitian ini menggunakan descriptive kuantitatif dengan pendekatan Purposive Sampling sebanyak 58 karyawan di Rumah Sakit Adam Talib Cikunir, Instrument yang digunakan adalah pengambilan data dengan cara kuisioner tertutup yang di berikan kepada seluruh karyawan di Rumah Sakit Adam Talib Cikunir, analisis bivariat menggunakan Uji chi square.
Hasil Penelitian : Berdasarkan penelitian terhadap 58 karyawan Rumah Sakit Adam Talib Cikunir, ditemukan bahwa retensi karyawan mayoritas berada pada kategori sedang (48,2%) dan tinggi (46,6%). Beban kerja sebagian besar sedang (56,9%), sementara kepuasan kerja cenderung tinggi (50,0%). Burnout lebih banyak terjadi pada tingkat rendah (56,9%), namun faktor eksternal, seperti kelelahan emosional dan fisik, lebih dominan dalam mempengaruhi burnout dibandingkan faktor internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja dan retensi karyawan, dengan nilai p = 0,000 (< 0,05), yang mengindikasikan bahwa beban kerja tinggi cenderung menurunkan retensi karyawan. Begitu pula, kepuasan kerja memiliki hubungan signifikan dengan retensi karyawan (p = 0,000), di mana kepuasan kerja yang lebih tinggi meningkatkan retensi. Sementara itu, hubungan antara beban kerja dan burnout tidak signifikan secara statistik (χ² = 3.379, p = 0.066), demikian juga hubungan antara kepuasan kerja dan burnout (χ² = 1.724, p = 0.189). Burnout juga tidak secara langsung memoderasi hubungan antara beban kerja dan retensi (p = 0.202), tetapi secara signifikan memoderasi hubungan antara kepuasan kerja dan retensi (p = 0,000). Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan beban kerja dan tingkat burnout sangat penting dalam menjaga kepuasan dan retensi karyawan.
Kesimpulan dan Saran : Diharapkan rumah sakit meningkatkan Manajemen rumah sakit, penghargaan dan apresiasi karyawan seperti bonus, tunjangan, penghargaan berbasis kinerja agar beban kerja karyawan dapat terkontrol, kepuasan kerja meningkat, sehingga retensi karyawan dan burnout meningkat.
Kata Kunci : Beban kerja, Kepuasan Kerja, Burnout, Retensi Karyawan
Full Text:
PDFReferences
(Daftar Pustaka)
Afiani, S. I., & Mulyana, A. E. (2022). Analisis Faktor Dominan yang Mempengaruhi Retensi Karyawan pada Perusahaan Manufaktur. Jurnal Akuntansi, Ekonomi Dan Manajemen Bisnis, 10(1), 15–23.
Arrahman, D. R., Setyawan, N. F. B. 2020. Hubungan antara Persepsi Beban Kerja dengan Burnout pada Perawat Rumah Sakit Permata Bunda di Purwodadi. Naskah Publikasi. Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
Akbar, Abdi. (2019). Kepuasan Kerja dan Komitmen Karyawan Dalam Perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia : Upaya Untuk Menciptakan Keunggulan Kompetitif Perusahaan. Jakarta: Pustaka Taman Ilmu.
Arum, K. P., & Irfani, A. (2021). Pengaruh Beban Kerja dan Pengembangan Karir terhadap Kepuasan Kerja. Prosiding Manajemen, 397-400.
Atmaja, I. G. I. W., Suana, I. W., 2019. Pengaruh Beban Kerja terhadap Burnout dengan Role Stress sebagai Variabel Mediasi pada Karyawan Rumours Restoran. EJurnal Manajemen. Vol. 8., No. 2. Azwar, S. 2012. Penyusunan Skala Psikologi ed 2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ayu, Dkk. 2020. Kepuasan Kerja Memediasi Hubungan Kompensasi Terhadap Retensi Karyawan. E-Jurnal Manajemen, 9(3), 1089-1108.
Bakker, A. B. Vergel, A. I. S. 2020. Burnout. The Wiley Encyclopedia of Personality and Individual Differences: Clinical, Applied, and Cross-Cultural Research. Vol. 4. First Edition.
Banuari, N., Absah, Y., & Siahaan, E. (2021). Analyze the Influence of Talent Management and Knowledge Management on Employee Performance through Employee Retention as Intervening Variable at PT Bhanda Ghara Reksa Divre I Medan. International Journal of Research and Review, 8(9), 189–204. https://doi.org/10.52403/ijrr.20210926
Cahya, 2023. Analisis Pengaruh Kinerja Karyawan, Kenaikan Upah Minimum Regional (Umr) Terhadap Komitmen Organisasi
Chandra, Felix. 2024. Pengaruh Beban Kerja Dan Stres Kerja Terhadap Burnout. Jurnal Maneksi, 13(1).
Christianty, T. O. V., Widhianingtanti, L. C. 2016. Burnout ditinjau dari Employee Engagement pada Karyawan. Psikodimensia. Vol. 12., No.2.
Diana, Y. 2019. Pengaruh Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan di Housekeeping Departement pada Hotel Bintan Lagoon Resort. Jurnal Manajemen Tools. Vol. 11., No. 2.
Elyza, Dkk. 2024. Pengaruh Lingkungan Kerja, Beban Kerja Dan Stres Kerja Terhadap Retensi Karyawan Pada Pt. Berlian Eka Sakti Tangguh (Pt. Best). Jurnal Widya, 5 (1), 120-134.
Fahad, dkk. 2022. Pentingnya Kepuasan Kerja Dalam Memediasi Retensi Karyawan Di Rs Dewi Sri. Program Magister Administrasi Rumah Sakit Universitas Esa Unggul Jakarta.
Gede, Dkk. 2019. Pengaruh Beban Kerja Terhadap Burnout Dengan Role Stress Sebagai Variabel Mediasi Pada Karyawan Rumours Restaurant. E-Jurnal Manajemen, 8, (2), 7775 – 7804.
Ghozali, I. 2018. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Greenberg, J. Baron, R. 2003. Behaviour in Organization. New Jersey: Prentice Hall.
Handayani¹, P., & Hotmaria, N. (2021). Hubungan Beban Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat. Indonesian Journal of Nursing Health Science ISSN (Print), 2502, 6127.
Mughofir, Sony. 2024. Pengaruh Beban Kerja, Kecerdasan Emosional, dan Occupational Burnout terhadap Kinerja Pengawas Farmasi dan Makanan. Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial, 5 (4).
Nurbaya, Sitti. (2020). Manajemen Sumber Daya Manusia di Era Revolusi Industri 4.0. Makassar: Nas Media Pustaka
Pham, T. V., Huang, Y. F., & Do, M. H. (2022). The Effect of Critical Work Factors on Job Motivation and Satisfaction: An Empirical Study from Vietnam. The Journal of Asian Finance, Economics and Business, 9(1), 399-408.
Pranitasari, D., Baribin, & Saputri, C. B. (2020). Pengaruh Budaya Organisasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Motivasi Kerja Serta Dampaknya Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan. JRMSI-Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia, 11(1), 46-61.
Purwanda, E., & Paramarta, V. (2024). Pengaruh Komunikasi Organisasi, Beban Kerja, Dan Lingkungan Kerja Terhadap Stres Kerja Pada Tenaga Medis Di Rumah Sakit: Tinjauan Literatur. Jurnal Manajemen Bisnis Modern, 6(4).
Sundari, P. R. S., & Meria, L. (2022). Pengaruh Beban Kerja Melalui Burnout dan Kepuasan Kerja Terhadap Turnover Intention. ADI Bisnis Digital Interdisiplin Jurnal, 3(2), 81-96.
DOI: https://doi.org/10.52643/marsi.v10i2.8510
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
.pdf_2.png)










