Analisis Technology Acceptance Model (TAM) Terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di RS Humana Prima Bandung
Abstract
Tujuan: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) wajib diterapkan untuk mengoptimalkan pelayanan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada tingkat penerimaan dan kepuasan penggunanya. Penelitian ini menganalisis pengaruh Technology Acceptance Model (TAM) terhadap kepuasan pengguna SIMRS Teramedik di RS Humana Prima Bandung menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional berbasis PLS-SEM.
Metode: Sampel melibatkan 130 responden dari 325 pengguna aktif yang ditentukan melalui analisis G*Power. Model TAM yang diadaptasi menguji hubungan antara Persepsi Kemudahan (Perceived Ease of Use/PEOU), Persepsi Manfaat (Perceived Usefulness/PU), Niat Perilaku (Behavioral Intention to Use/BI), dan Kepuasan Pengguna. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS, menggunakan bootstrapping dengan 5.000 sub-sampel.
Hasil: Hasil pengujian membuktikan instrumen valid (loading >0,70, AVE >0,50) dan reliabel (CR >0,90, α >0,85). Seluruh hipotesis terbukti signifikan (p<0,001): PEOU memengaruhi PU (β=0,512), PEOU dan PU memengaruhi BI (β=0,374; 0,391), dan BI berpengaruh besar terhadap Kepuasan Pengguna (β=0,670). Efek mediasi BI signifikan dengan jalur terkuat PEOU→PU→BI→Kepuasan (β=0,385), dan model ini mampu menjelaskan 44,9% varian kepuasan.
Kebaruan: Penelitian ini memperluas penerapan TAM pada lingkungan SIMRS wajib (mandatory) di rumah sakit tipe C, dengan mengganti Actual Use menjadi Kepuasan Pengguna sebagai variabel outcome — sebuah indikator yang lebih valid untuk sistem wajib di mana pengguna tidak memiliki pilihan selain menggunakan sistem tersebut.
Kata Kunci: TAM, SIMRS, Kepuasan Pengguna, Sistem Informasi Rumah Sakit, PLS-SEM
Metode: Sampel melibatkan 130 responden dari 325 pengguna aktif yang ditentukan melalui analisis G*Power. Model TAM yang diadaptasi menguji hubungan antara Persepsi Kemudahan (Perceived Ease of Use/PEOU), Persepsi Manfaat (Perceived Usefulness/PU), Niat Perilaku (Behavioral Intention to Use/BI), dan Kepuasan Pengguna. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS, menggunakan bootstrapping dengan 5.000 sub-sampel.
Hasil: Hasil pengujian membuktikan instrumen valid (loading >0,70, AVE >0,50) dan reliabel (CR >0,90, α >0,85). Seluruh hipotesis terbukti signifikan (p<0,001): PEOU memengaruhi PU (β=0,512), PEOU dan PU memengaruhi BI (β=0,374; 0,391), dan BI berpengaruh besar terhadap Kepuasan Pengguna (β=0,670). Efek mediasi BI signifikan dengan jalur terkuat PEOU→PU→BI→Kepuasan (β=0,385), dan model ini mampu menjelaskan 44,9% varian kepuasan.
Kebaruan: Penelitian ini memperluas penerapan TAM pada lingkungan SIMRS wajib (mandatory) di rumah sakit tipe C, dengan mengganti Actual Use menjadi Kepuasan Pengguna sebagai variabel outcome — sebuah indikator yang lebih valid untuk sistem wajib di mana pengguna tidak memiliki pilihan selain menggunakan sistem tersebut.
Kata Kunci: TAM, SIMRS, Kepuasan Pengguna, Sistem Informasi Rumah Sakit, PLS-SEM
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.52643/marsi.v10i2.8478
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
.pdf_2.png)










