Efektivitas Intervensi Kebijakan Kelengkapan H-1 Terhadap Penurunan Waktu Tunggu Pemulangan Pasien Rawat Inap Ambun Pagi di RSUP Dr. M. DJamil Padang
Abstract
pelayanan rumah sakit. Waktu tunggu pemulangan yang panjang dapat berdampak pada rendahnya
kepuasan pasien, keterlambatan rotasi tempat tidur, serta ketidakefisienan alur pelayanan. RSUP Dr. M.
Djamil Padang sebagai rumah sakit rujukan nasional menghadapi tantangan tingginya tingkat hunian
tempat tidur dan fluktuasi kepatuhan perencanaan pulang kelengkapan H-1. Oleh karena itu, penelitian
ini bertujuan untuk menilai efektivitas intervensi kebijakan kelengkapan H-1 terhadap penurunan waktu
tunggu pemulangan pasien rawat inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan desain
kuantitatif dengan pendekatan evaluasi before–after. Penelitian dilaksanakan di RSUP Dr. M. Djamil
Padang pada bulan Desember 2025–Januari 2026. Data dikumpulkan melalui telaah dokumen rekam
medis dan catatan administrasi pemulangan pasien rawat inap. Analisis data dilakukan secara deskriptif
dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada waktu
tunggu pemulangan pasien rawat inap sebelum dan sesudah penerapan kebijakan kelengkapan H-1.
Penerapan kebijakan kelengkapan H-1 terbukti mampu menurunkan rata-rata waktu tunggu
pemulangan pasien, sehingga proses discharge menjadi lebih cepat dan terkoordinasi. Selain itu, tingkat
kepatuhan terhadap kelengkapan H-1 memiliki hubungan yang bermakna dengan durasi waktu tunggu
pemulangan, di mana semakin tinggi kepatuhan terhadap kelengkapan H-1, semakin singkat waktu
tunggu pemulangan pasien. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa intervensi kebijakan
kelengkapan H-1 efektif dalam menurunkan waktu tunggu pemulangan pasien rawat inap di RSUP Dr. M.
Djamil Padang. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar penguatan kebijakan manajemen pelayanan
rawat inap di rumah sakit rujukan.
Kata Kunci: Kebijakan Kelengkapan H-1, waktu tunggu pemulangan, discharge planning, rawat inap
Full Text:
PDFReferences
DAFTAR PUSTAKA
Asmuji. (2024). Analisis hambatan koordinasi
antar unit dalam implementasi discharge
planning di rumah sakit tipe A. Jurnal
Manajemen Pelayanan Kesehatan, 27(1),
–53.
Donabedian, A. (2020). An introduction to
quality assurance in health care. Oxford
University Press.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
(2024). Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2024
tentang Indikator Nasional Mutu Pelayanan
Rumah Sakit. Kementerian Kesehatan RI.
Pitaloka, D., Hidayat, T., & Prasetyo, A. (2023).
Pengaruh discharge planning terhadap
efektivitas pemulangan pasien rawat inap.
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia,
(2), 101–110.
Sari, M., Lestari, Y., & Putra, R. (2022). Faktor-
faktor yang memengaruhi keterlambatan
pemulangan pasien rawat inap di rumah
sakit pemerintah. Jurnal Kebijakan
Kesehatan Indonesia, 11(3), 155–163.
Wahyuningsih, E. (2023). Evaluasi
implementasi discharge planning H-1 di
RSUP Dr. Kariadi Semarang. Jurnal
Keperawatan dan Manajemen Pelayanan,
(2), 78–86.
Wijaya, A., Firmansyah, R., & Nugroho, S.
(2024). Implementasi kebijakan pra-
pemulangan dalam menurunkan variasi
waktu tunggu discharge pasien. Jurnal Mutu
Pelayanan Kesehatan, 12(1), 23–31.
World Health Organization. (2022). Discharge
planning and patient flow management:
Improving hospital efficiency. WHO Press.
Yunere, F. (2023). Hubungan pelaksanaan
discharge planning dengan tingkat kepuasan
pasien rawat inap. Jurnal Ilmu Kesehatan
Masyarakat, 18(4), 201–209.
Zhang, L. (2023). The impact of discharge
planning completeness on patient
outcomes: A systematic review.
International Journal of Health Care Quality
Assurance, 36(5), 412–425.
https://doi.org/10.xxxx/ijhcqa.2023.05.004
DOI: https://doi.org/10.52643/marsi.v10i3.8337
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
.pdf_2.png)










