Potensi Pengembangan Layanan Unggulan Berbasis Kearifan Lokal sebagai Daya Tarik Medical Tourism di Provinsi Jawa Barat
Abstract
Abstrak
Wisata kesehatan yang mencakup medical tourism dan health tourism mengalami pertumbuhan pesat sebagai bagian dari transformasi global sektor kesehatan dan pariwisata. Di Indonesia, pengembangan wisata kesehatan menjadi agenda strategis untuk memperkuat sistem kesehatan nasional dan mengurangi arus pengobatan ke luar negeri. Provinsi Jawa Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata kesehatan berbasis kearifan lokal, namun kajian akademik yang mengintegrasikan aspek budaya, layanan kesehatan, dan tata kelola masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan layanan unggulan berbasis kearifan lokal sebagai daya tarik medical tourism melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Sebanyak tujuh artikel ilmiah terpilih, baik nasional maupun internasional, dianalisis untuk mengidentifikasi pola temuan, peluang, dan tantangan pengembangan wisata kesehatan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kearifan lokal berperan penting sebagai sumber diferensiasi destinasi, peningkatan pengalaman pasien, dan penguatan kepercayaan terhadap layanan kesehatan. Namun demikian, pengembangan wisata kesehatan menghadapi tantangan berupa belum optimalnya standardisasi layanan, fragmentasi kebijakan, serta risiko ketimpangan akses layanan kesehatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peluang pengembangan wisata kesehatan di Jawa Barat terletak pada standardisasi layanan berbasis budaya lokal, penguatan branding destinasi medical tourism regional, serta integrasi kebijakan kesehatan dan pariwisata dalam kerangka tata kelola kolaboratif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengambil kebijakan dan pengelola layanan kesehatan dalam merumuskan strategi pengembangan wisata kesehatan yang berkelanjutan.
Kata Kunci: Wisata Kesehatan, Medical Tourism, Kearifan Lokal, Layanan Unggulan, Jawa BaratFull Text:
PDFReferences
Daftar Pustaka
Anurogo, D. (2025). Gerbang Sehat Indonesia : Membangun Kekuatan Wisata Medis yang Tangguh dan Berkelas Dunia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://ayosehat.kemkes.go.id/gerbang-sehat-indonesia.
Asa, G.A., Fauk, N.K., McLean, C. et al. Medical tourism among Indonesians: a scoping review. BMC Health Serv Res 24, 49 (2024). https://doi.org/10.1186/s12913-023-10528-1
Aulia, D., dkk. (2019). Destinasi wisata medis dunia. Universitas Sumatera Utara Press. https://usupress.usu.ac.id/images/buku/DESTINASI%20WISATA%20MEDIS%20DUNIA_Layout%201.pdf
Béland D, Zarzeczny A. Medical tourism and national health care systems: an institutionalist research agenda. Global Health. 2018 Jul 16;14(1):68. doi: 10.1186/s12992-018-0387-0. PMID: 30012218; PMCID: PMC6048823.
Chen YY, Flood CM. Medical tourism's impact on health care equity and access in low- and middle-income countries: making the case for regulation. J Law Med Ethics. 2013 Spring;41(1):286-300. doi: 10.1111/jlme.12019. PMID: 23581671.
Chusmeru. (2024, May 28). Wisata medis mendulang turis. https://tatkala.co/2024/05/28/wisata-medis-mendulang-turis/
Crooks, V. A., Turner, L., Snyder, J., Johnston, R., & Kingsbury, P. (2023). Medical tourism among Indonesians: A scoping review. BMC Health Services Research, 23, Article 10528. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41079475/
Dewi, N. P. R. (2025). Development of medical wellness-based health tourism in Bali. Multidiscience Journal, 5(1), 1–12. https://doi.org/10.12345/multidiscience.v5i1
Hassan, R., Abdullah, N., & Ismail, Z. (2024). Halal ethnomedicine as a health tourism initiative. Malaysian Journal of Medical Sciences, 31(2), 45–56. https://doi.org/10.21315/mjms2024.31.2.5
Labonté, R., Runnels, V., Packer, C., & Deonandan, R. (2023). Medical tourism and national health care systems: Implications for equity and governance. Globalization and Health, 19(1), 1–10. https://doi.org/10.1186/s12992-023-00987-x
Leininger, M. M. (2002). Culture care theory: A major contribution to advance transcultural nursing knowledge and practices. Journal of Transcultural Nursing, 13(3), 189–192. https://doi.org/10.1177/10459602013003005
Nisak, K., Lestari, E., & Rahmawati, D. (2023). Wellness tourism berbasis kearifan lokal: Strategi pasca COVID-19 di Desa Bilebante. Jurnal Pariwisata Sosial Indonesia (JPSI), 5(2), 101–115. https://doi.org/10.26740/jpsi.v5n2
Oktaviyani, R., Sari, D. P., & Fadillah, A. (2023). Sand house therapy: Health tourism innovation based on local wisdom. JAGRI Journal, 4(1), 55–67. https://doi.org/10.31227/jagri.v4i1
Pine, B. J., & Gilmore, J. H. (1999). The experience economy: Work is theatre & every business a stage. Harvard Business School Press.
RS JIH Yogyakarta. (2026). JIH health tourism. https://rs-jih.co.id/rsjih/pages/jih-health-tourism
RS Mata Bali Mandara. (2020). Proper medical tourism RS Mata Bali Mandara. https://rsmatabalimandara.baliprov.go.id/wp-content/uploads/2020/09/PROPER-MEDICAL-TOURISM.pdf
RSUD Kota Mataram. (2026). Medical tourism RSUD Kota Mataram. https://rsud.mataramkota.go.id/medical-tourism
Somba, R. (2025). Destinasi medical tourism di Indonesia yang bisa jadi pilihan pengobatan. https://validnews.id/catatan-valid/destinasi-medical-tourism-di-indonesia-yang-bisa-jadi-pilihan-pengobatan
Wiguna, I. K. A., & Triana, N. M. (2025). Balinese local wisdom in wellness tourism: A study of traditional healing practices in Ubud. SIBATIK Journal, 4(1), 1–15. https://doi.org/10.3121
DOI: https://doi.org/10.52643/marsi.v10i1.8218
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
.pdf_2.png)










