Analisis Penyebab Pending Klaim Pasien JKN Rawat Inap Pasca Implementasi RME di RSIA Permata Bunda Solok Tahun 2024
Abstract
ABSTRAK
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bertujuan memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia melalui sistem klaim berbasis INA-CBG’s. RSIA Permata Bunda Solok sebagai mitra BPJS Kesehatan telah mengimplementasikan Rekam Medis Elektronik (RME) sejak 2024 untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan data pelayanan kesehatan. Namun, pasca implementasi RME, terjadi peningkatan jumlah klaim rawat inap berstatus pending, yang berdampak pada cash flow rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab pending klaim pasien JKN rawat inap pasca implementasi RME. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap proses klaim di RSIA Permata Bunda Solok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama pending klaim meliputi ketidaksesuaian data antara RME dan dokumen klaim, kelalaian pengisian resume medis oleh tenaga medis, kesalahan dalam pengkodean (coding), keterlambatan input data, serta belum optimalnya integrasi sistem RME dengan SIMRS dan aplikasi e-claim BPJS. Faktor-faktor tersebut disebabkan oleh rendahnya kompetensi SDM dalam penggunaan RME, tidak konsistennya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), dan terbatasnya dukungan infrastruktur teknologi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan SDM, peningkatan integrasi sistem informasi, serta evaluasi dan penyempurnaan SOP klaim. Hasil ini diharapkan menjadi masukan bagi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan efisiensi proses klaim dan mengurangi potensi kerugian akibat klaim pending.
Kata kunci: Pending klaim, JKN, RME, SIMRS, administrasi rumah sakit, BPJS Kesehatan.
Full Text:
PDFReferences
DAFTAR PUSTAKA
BPJS Kesehatan. (2022). Laporan Tahunan BPJS Kesehatan 2022. Jakarta: BPJS Kesehatan.
Febriyani, A., Prasetyo, E., & Nugroho, H. (2021). Analisis faktor penyebab klaim JKN rawat inap bermasalah di rumah sakit. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 8(2), 45–54.
Hidayati, R., & Pratiwi, S. (2020). Pengaruh implementasi rekam medis elektronik terhadap efektivitas pengelolaan klaim rumah sakit. Jurnal Informatika Kesehatan, 6(1), 12–21.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 66 Tahun 2014 tentang INA-CBG’s. Jakarta: Kemenkes RI.
Lubis, A., & Anggraini, D. (2020). Tren klaim BPJS Kesehatan pada rumah sakit digitalisasi tahap awal. Jurnal Administrasi Rumah Sakit, 9(3), 101–110.
Maulida, F., & Dewi, R. (2023). Dampak klaim pending terhadap stabilitas keuangan rumah sakit. Jurnal Ekonomi dan Manajemen Kesehatan, 11(1), 55–63.
Setiawan, B., & Utami, P. (2021). Analisis penyebab klaim JKN rawat inap pending dan solusi digital monitoring. Jurnal Sistem Informasi Kesehatan, 5(2), 77–85.
Suryani, T., & Hartono, M. (2022). Pengaruh transisi digitalisasi terhadap peningkatan klaim bermasalah di rumah sakit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Kesehatan, 7(1), 34–42.
Syahrul, M., & Sitorus, A. (2022). Hambatan verifikasi klaim digital di fasilitas kesehatan tingkat lanjut. Jurnal Rekam Medis Elektronik, 4(2), 66–74.
Wibowo, A., & Fauziah, N. (2020). Studi implementasi rekam medis elektronik pada rumah sakit ibu dan anak di Sumatera Barat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(3), 89–98.
DOI: https://doi.org/10.52643/marsi.v10i1.8003
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
.pdf_2.png)










