Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Waktu Tunggu Pasien dalam Layanan Rawat Jalan Eksekutif Rumah Sakit Gigi dan Mulut Yarsi Jakarta
Abstract
Waktu tunggu pasien merupakan periode mulai dari saat pasien tiba di departemen rawat jalan eksekutif hingga saat pasien benar-benar meninggalkan ruang rawat jalan eksekutif. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu tunggu pasien dalam layanan rawat jalan eksekutif di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) YARSI Jakarta. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner, lembar observasi, serta telaah dokumen kepada 80 pasien rawat jalan yang datang ke RSGM Yarsi. Teknik Analisis data penelitian dilakukan dengan analisis univariat, uji bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Uji deskriptif menunjukkan bahwa pasien paling banyak berjenis kelamin laki-laki sebanyak 53,8%, berpendidikan tinggi 88,8%, memiliki pekerjaan yang diantaranya Ibu Rumah Tangga, pegawai BUMN, dokter, pensuinan, dan sebagainya dengan persentase 63,8%, status pasien lama sebanyak 77,5% dan poliklinik yang dituju bedah mulut dengan persentase 51,3%. Pelayanan administratif sudah dilakukan secara baik yakni 73,8%. Sumber Daya Manusia didapatkan hasil baik sebanyak 67,5%. Sarana dan prasarana, baik dengan presentase 66,3%. Waktu tunggu cepat dengan persentase 88,8% (2) Uji bivariat mengindikasikan bahwa secara statistik tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik sosiodemografis (usia) dan waktu tunggu pasien RSGM Yarsi Jakarta (p=0,530). Tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik sosiodemografis (jenis kelamin) dan waktu tunggu dengan p=0,908. Tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik sosiodemografis (pendidikan) dan waktu tunggu dengan p=0,257. Tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik sosiodemografis (pekerjaan) dan waktu tunggu dengan p=0,204. Tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik sosiodemografis (status pasien) dan waktu tunggu dengan p=0,983. Terdapat hubungan signifikan antara pelayanan administrasi dan waktu tunggu dengan p=0,003. Terdapat hubungan signifikan antara sumber daya manusia dan waktu tunggu dengan p=0,020. Terdapat hubungan signifikan antara sarana prasarana dan waktu tunggu dengan p=0,000 (3) sarana dan prasarana memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan peluang terjadinya waktu tunggu, dengan nilai koefisien sebesar 3.08. Hal ini dapat diinterpretasikan melalui nilai odds ratio yang sebesar 21.8.
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.52643/marsi.v9i3.6637
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.