Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Waktu Tanggap Pasien Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit “X” Tahun 2016

Ines Marianne Santoso

Abstract


Instalasi gawat darurat merupakan unit terdepan dari bagian pelayanan rumah sakit yang memberikan pelayanan pada pasien gawat darurat (emergency) sehingga harus memberikan waktu tanggap ≤ 5 menit. Waktu tanggap adalah jumlah waktu dari pasien datang ke IGD sampai ditangani oleh dokter. Namun di beberapa rumah sakit di Indonesia waktu tanggap pasien IGD > 5 menit termasuk di RS “X”. Tujuan penelitain ini mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi lama waktu tanggap pasien di IGD RS “X” tahun 2016. Metode penelitian kuantitatif dengan design cross sectional,  dengan jumlah sampel 100 pasien yang datang ke IGD RS “X”, dengan cara accindental. Analisis data deskriptif, analitik dengan chi square dan regresi logistik ganda  dengan α 0,05. Hasil penelitian didapatkan 58% pasien dengan waktu tanggap tidak sesuai standart >5 menit. Faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan waktu tanggap adalah pengantar pasien, sarana prasarana, kehadiran dokter, kebijakan surat rujukan. Faktor yang dominan mempengaruhi waktu tanggap pasien IGD adalah kondisi pasien berdasarkan kegawat daruratannya dengan nilai p value 0,004,  Odds Ratio 4,863. 95%CI 1,665-14,204. R Square 13%. Kesimpulan: Kondisi pasien yang gawat darurat mempunyai peluang 5 kali lebih besar untuk waktu tanggap sesuai dengan stadart dibandingkan dengan yang tidak gawat darurat. Kondisi pasien gawat darurat berkontribusi dalam waktu tanggap sebesar 13%. Saran: Perlu dilakukan pemantauan mutu, peninjauan standart waktu tanggap, penambahan sumber daya manusia untuk peyananan di IGD, membuat ruang triase dan menjalankan sistem triase sesuai kondisi pasien.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.52643/jbik.v6i2.26

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan

Flag Counter

StatCounter

View My Stats

 

 

JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN by http://ejournal.urindo.ac.id/index.php/kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License