Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 2-5 Tahun di Desa Cibitung Kabupaten Subang Tahun 2024

Kristi Rundayani, Hadi Siswanto, Atik Kridawati

Abstract


Subang Regency ranked 23rd highest in stunting prevalence among districts in West Java Province in 2022. In 2024, the prevalence of stunting in Subang increased to 18.7%, a 3% rise from 15.7% in 2022 (SSGI 2023). This study aims to analyze the factors associated with stunting in children aged 2–5 years, conducted in Cibitung Village, Subang Regency, in 2024. The research is a quantitative study using a case-control design. The sample consisted of 33 mothers with stunted children (case group) and 33 mothers with non-stunted children (control group), randomly selected from 190 mothers across six neighborhood units (RW) in Cibitung Village. Data were analyzed using univariate, bivariate (Chi-Square), and multivariate (logistic regression) methods. Results showed that most respondents had good knowledge (72.7%), provided exclusive breastfeeding (56.1%), appropriate complementary feeding (MP-ASI) (72.7%), access to proper clean water (65.2%), income at or above the regional minimum wage (50%), and complete immunization (54.5%). However, 53% of mothers had less supportive attitudes toward parenting and stunting prevention. Bivariate analysis revealed significant associations between maternal knowledge, attitudes, practices, exclusive breastfeeding, MP-ASI, clean water access, and immunization with stunting incidence (P < 0.05). Maternal attitude was found to be the most dominant factor (OR = 15.203), even when controlled for clean water access, household income, and immunization status. It is recommended that stunting prevention in Cibitung Village be carried out holistically through innovative health education, increased awareness of immunization, integrated interventions (covering education, health services, economic empowerment, and infrastructure), and strengthening community capacity and local potential

Full Text:

PDF

References


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Nasional Stunting dan Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Kemenkes RI; 2019.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Riskesdas 2018. Jakarta: Kemenkes RI; 2018. URL: https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Hasil-riskesdas-2018_1274.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Saku Status Gizi Baduta dan Balita Nasional. Jakarta: Kemenkes RI; 2018.

Ahmadi ZF, Nurdin SSI. Faktor dalam diri penyebab stunting pada balita. J Polita. 2019;4(2):1–6. Tersedia dari: http://journal.polita.ac.id/index.php/jakiyah/article/view/36/31

Dinata GR, Muarrofah W, Widiarta DP. Faktor luar penyebab stunting pada anak usia dini. Nursing J STIKes Insan Cendekia Medika. 2019;10(1):28–33.

Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Laporan Prevalensi Stunting Nasional 2023. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.

SSGI. Studi Status Gizi Indonesia. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan; 2023.

Dinas Kesehatan Kabupaten Subang. Laporan Tahunan Stunting Kabupaten Subang. Subang: Dinkes Subang; 2023.

EPPGM. Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Masyarakat Desa Cibitung Tahun 2020–2021. Subang: Puskesmas Cibitung; 2023.

Khairani N. Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan stunting. J Kesehatan Indonesia. 2022;10(1):45–52.

Rini AS, Tumangger J. Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif. J Polit Issues. 2019;1(1):1–9. URL: https://media.neliti.com/media/publications/286747

Suryati S, Supriyadi S, Oktavianto E. Sikap ibu dan pengetahuan gizi terkait stunting. Medika Respati. 2020;15(1):17–23.

Larasati DA, Nindya TS, Arief YS. Pengaruh pendapatan keluarga terhadap stunting. Amerta Nutr. 2018;2(4):392–401.

Fauziah F, Rusyda E, Lestari D. Waktu pemberian MP-ASI dan risiko stunting. Gizi Indones. 2018;7(2):69–74.

Nurul R. Keterlambatan pemberian MP-ASI dan dampaknya pada stunting. J Nutri Sci. 2020;9(1):55–61.

Aprilia B. Akses air bersih dan kaitannya dengan stunting. Thesis. Universitas Respati; 2019.

Patricia H. Infeksi dan stunting: analisis pada 137 negara berkembang. Lancet Child Nutr. 2021;5(3):212–20.

Qonitun IN. Hubungan sanitasi dan stunting di Puskesmas Aturan Mumpo. JIGM. 2013;4(1):15–22.

Hasan F, Kadarusman M. Akses air bersih dan kejadian stunting di Lampung. J Kesda Lampung. 2019;5(2):88–95.

Agustin L, Rahmawati D. Pendapatan keluarga dan kejadian stunting. J Gizi Komunitas. 2021;9(3):102–9.

Aisyah IS, Yunianto AE. Asupan energi, protein, dan stunting. J Kes Komunitas Indones. 2021;17(1):240–6. URL: https://jurnal.unsil.ac.id/index.php/jkki/article/view/3603/1855

Notoatmodjo. 2012. P

Wardani DK (2022). Pengaruh Faktor Maternal Ibu terhadap Kejadian Stunting pada Anak usia 2-5 tahunUsia 24-59 Bulan di Wilayah kerja UPT Puskesmas Sopaah Kabupaten Pamekasan. Media Gizi Kesmas [Internet]. 2022;11(2):386–93. Available from: https://e-journal.unair.ac.id/MGK/article/download/30795/22957, diakses pada tanggal 22 Desember 2024.

Wanda YD, Elba F, Didah D, Susanti AI, Rinawan FR (2021). Riwayat Status Imunisasi Dasar Berhubungan Dengan Kejadian Anak usia 2-5 tahunStunting. Jurnal Kebidanan Malahayati [Internet]. 2021;7(4):851–6. Available from: http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kebidanan/article/view/4727/pdf, diakses pada tanggal 22 Desember 2024.

Nurhayati A, Wahyuniar L, Suparman R, Badriah DL (2022). Hubungan Antara Faktor Air Minum, Sanitasi Dan Riwayat Diare Dengan Stunting Pada Anak Baduta Di Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang 2021. Journal of Health Research Science [Internet]. 2022;2(02):104–14. Available from: https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/article/view/585, diakses

Febrianita D (2021). Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Anak usia 2-5 tahundi Wilayah Kerja UPT Puskesmas Cipadung Kota Bandung Tahun 2021

Ariani, A. P. (2019). In Aplikasi Metodologi Penelitian Kebidanan dan Kesehatan Reproduksi. Nuha Medika. Azwar, S. 2013. In Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta Pustaka Belajar.

Anita Sampe S, Toban RC, Madi MA (2022). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita. Matern Neonatal Health Journal. 2022;3(1):7–11. 15.

Mutingah, Z., & Rokhaidah, R. (2021). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Dengan Perilaku Pencegahan Stunting Pada Balita. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 5(2). https://doi.org/10.52020/jkwgi.v5i2.3172

Nursalam. (2015). Metodologi Ilmu Keperawatan, Edisi 4, Jakarta: Salemba. Medika.




DOI: https://doi.org/10.52643/jukmas.v10i2.9561

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Kristi Rundayani, Hadi Siswanto, Atik Kridawati

Flag Counter

       

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.