Upaya Penguatan Kelembagaan Pasca Izin Perhutanan Sosial Kelompok Tani HKm Ulusena di Kabupaten Konawe Selatan

Sakinah Mulia Diny, Wirya Wardaya, Ignatia Martha Hendrati

Abstract


This community service is driven by the lack of knowledge among the community regarding institutional matters after the issuance of the social forestry permit for the HKm Ulusena farmer group. This activity aims to reinforce the institution of the farmer group in HKm Ulusena, located in South Konawe. The method used in this service activity is CBPR (Community-Based Participatory Research), which focuses on mentoring that emphasizes collaboration between mentors and the group. This mentoring activity lasted for three months and focused on institutional development, with a total of 132 members of the Forest Farmers Group participating.There were several stages of mentoring, including problem and potential identification, participatory planning, training and empowerment, institutional strengthening, and assessment and contemplation. The effects of the mentoring include an increase in the community's knowledge of the importance of institutions in social forestry, improvement in skills, and the completion of institutional documents such as RKPS, RKT, and AD/ART. Therefore, the HKm Ulusena farmer group is expected to continue to grow, improving its ranking within the KUPS system

Full Text:

PDF

References


Faizal, A. N., & Sunan, M. I. N. (2024). Pengaruh program perhutanan sosial terhadap kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan hutan. Welvaart, 4(2). https://doi.org/10.52423/welvaart.v4i2.46510

Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Rahman, M. E., Ahmad, A., & Musyarofah. (2021). Pembinaan masyarakat dalam hutan di Desa Hutan Burno, Kabupaten Lumajang: Suatu kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan Indonesia 2030. IMEJ, 3(2), 115–132. https://doi.org/10.18326/imej.v3i1.115-132

Direktorat Jenderal PSKL. Mewujudkan negara mandiri, sejahtera, dan lestari melalui perhutanan sosial. KLHK. Diakses dari:

https://www.menlhk.go.id/news/direktorat-jenderal-pskl-membangun-negeri-mandiri-sejahtera-dan-les tari-melalui-program-perhutanan-sosial/

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sistem Informasi Perhutanan Sosial Terintegrasi.

Diakses dari: https://gokups.menlhk.go.id/public/home

Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan. Perhutanan Nasional: Kebijakan dan Strategi dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam. Diakses dari: http://pskl.menlhk.go.id/

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2021). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 9 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial.

Syah, R. F., & M. A. (2017). Evaluasi kebijakan sektor lingkungan terkait implementasi pengelolaan kawasan hutan di Indonesia. Jurnal Pemerintahan, 2(1), 1–17. https://doi.org/10.31506/jog.v2i1.2117

Umur, A. (2021). Peran KPH Wilayah V Aceh dalam peningkatan perekonomian masyarakat: Perspektif Milk al-Daulah. Jurnal Al-Mudharabah, 2(2), 174–192.

https://doi.org/10.22373/al-mudharabah.v2i2.2818

Rahayu, E. M., & Triwanto, J. (2021). Penyuluhan mengenai perhutanan sosial kepada kelompok tani di Hutan Kota Malang. Budimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 545–549. https://doi.org/10.29040/budimas.v3i2.3311

Kumbara, L. A. P. R., Umar, & Khadafie, M. (2024). Pengaruh pengelolaan hutan kawasan terhadap aspek ekonomi dan sosial pada Kelompok Perhutanan Sosial Batu Akik Kecamatan Sekongkang. Jurnal Ganec Swara, 18(4).

Toha, M., Wihadanto, A., & Nurhasanah, N. (2023). Analisis dampak program perhutanan sosial terhadap kesejahteraan sosial dan kelestarian hutan di sekitar Kota Tarakan. Jurnal Hutan Tropis ULIN, 7(2), 133. https://doi.org/10.32522/ujht.v7i2.10302

Cahyani, S., Hendrati, I. M., & Wardaya, W. (2024). Peningkatan peran serta masyarakat di Surabaya untuk membangun lingkungan yang ramah terhadap perempuan dan anak. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 5(2), 2299–2307. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v5i2.2547

Fitriyah, R. D., El Madja, N. M., Misyuniarto, K. M., & Makhabbatillah, V. (2020). Meningkatkan kapasitas petani kopi dalam rangka mendukung pengembangan wisata desa Sumberwuluh melalui pendekatan CBPR. Muharrik, 3(1), 73–92. https://doi.org/10.37680/muharrik.v3i01.236

Sarwoko, E., & Nurfarida, I. N. (2020). Strategi peningkatan kesadaran mengenai kepemilikan izin usaha mikro kecil (IUMK) di wilayah Kabupaten Malang. MATAPPA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(2), 92–99.

Tambunan, A., Purba, T., & Rozalina. (2020). Studi deforestasi di DAS Bah Bolon menggunakan analisis berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Jurnal Akar, 9(2), 79–89. https://doi.org/10.36985/jar.v9i2.314

Syahputra, O. H. (2019). Alternatif pengelolaan sumber daya hutan melalui perhutanan sosial.

Rambideun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1).

Laksemi, N. P. S. T., Sulistyawati, E., & Mulyaningrum, M. (2019). Perhutanan sosial berkelanjutan di Provinsi Bali: Studi kasus Hutan Desa Wanagiri. Jurnal Silva Lestari, 7(2).

Wibowo, T., Abidin, A., & Satriadi, T. (2023). Kontribusi berbagai pihak dalam peningkatan produk hasil hutan bukan kayu: Pendekatan multidimensional. Jurnal Hutan Tropis, 11(4), 428–433.

Prawito, P. (2021). Kelembagaan pengelola perhutanan sosial di Hutan Desa Depati Junjung dan Hutan Kemasyarakatan Air Selimang, Kabupaten Kepahiang: Kajian terhadap sistem pengelolaan dan dampaknya.




DOI: https://doi.org/10.52643/pamas.v9i4.5685

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Sakinah Mulia Diny, Wirya Wardaya, Ignatia Martha Hendrati