Analisis Hubungan Karakteristik Individu, Shift Kerja, dan Masa Kerja dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat di Rumah Sakit X Jakarta Timur

Rayi Trinofiandy, Atik Kridawati, Puri Wulandari

Abstract


Kelelahan kerja merupakan salah satu penyebab terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelelahan kerja pada perawat di Rumah Sakit X Jakarta timur dengan karakteristik individu, shift kerja, dan masa kerja. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 45 orang perawat. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengukuran kelelahan kerja dengan menggunakan kuesioner khusus dari International Fatigue Research Committee of Japanese Association of Industrial Health, Analisis data menggunakan uji Chi Square untuk melihat hubungan antara kelelahan kerja dengan faktor risko yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 77,8% perawat mengalami kelelahan kerja, perawat dengan status gizi malnutrisi rentan terhadap kelelahan kerja (p value 0,034 OR 8,5) dan perawat yang memiliki riwayat penyakit (p value 0,012 OR 0,083). Untuk itu perawat diharapkan dapat menjaga pola makan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kata kunci:  kelelahan kerja, perawat, rumah sakit


Full Text:

PDF

References


Depkes. (2014). 1 orang pekerja di dunia meninggal setiap 15 detik karena kecelakaan kerja. Diakses 6 April 2018. [http://www.depkes.go.id/article/print/201411030005/1-orang-pekerja-di-dunia-meninggal-setiap-15-detik-karena-kecelakaan-kerja.html].

Canadian Nurses Association. (2010). Nurse Fatigue and Patient Safety. http//Nurse-fatigue-and-patient-safety/can-aiic.carnao.org. [27 April 2018].

Fitri W.A, Ekawati, & Ida W. (2017). Hubungan antara Faktor Individu, Beban Kerja dan Shift Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Perawat di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal), 5(5), 235-334.

Mallapiang Fatmawaty, & Syamsul Alam, A. A. S. (2016). Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat IGD di RSUD Haji Makassar Tahun 2014. Jurnal Kesehatan Masyarakat – UIN Alauddin Makassar, 8(1), 39–48.

Mentari, A. (2012). Hubungan Karakteristik Pekerja dan Cara Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Pemanen Kelapa Sawit di PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Usaha Adolina Tahun 2012. Fakultas Kesehatan Masyarakat USU.

Pandapotan, E.T. (2013). Pengaruh Variabel Pendidikan, Upah, Masa Kerja dan Usia Terhadap Produktivitas Karyawan (Studi Kasus pada PT. Gandum Malang). Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol.2, No.1. Malang: Universitas Brawijaya.

Perwitasari, D., & Tualeka, A. R. (2014). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Subyektif Pada Perawat di RSUD DR.Mohamad Soewadi Surabaya. The Journal of Occupational Safety, Health and Environtment, 1, 15–23.

Peter C, W. (2006). Work Related Fatigue and Recovery: The Contribution of Age, Domestic Responbilities and Shiftwork. E-Jurnal. Australia: Departement of Applied Psychologial Research University of South Australia.

Sedarmayanti. (2009). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung: CV Mandar Maju

Setyawati. (2010). Selintas Tentang Kelelahan Kerja. Yogyakarta: Asmara Books.Solo: Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Suma’mur. (2009). Hiegiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja. Jakarta: CV Sagung Seto.

Wahyu K, Suroto, & Ekawati. (2017). Analisis Hubungan Beban Kerja Fisik, Masa Kerja, Usia dan Jenis Kelamin Terhadap Tingkat Kelelahan Kerja pada Pekerja Bagian Pembuatan Kulit Lumpia di Kelurahan Kranggan Kecamatan Semarang Tengah. E-Jurnal Vol. 5 No. 5. Semarang: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.

William, Lippincot & Wilkins. (2008). Occupational Therapy for Phsyical Dysfunction. USA: Phyladelphia.




DOI: https://doi.org/10.52643/jukmas.v2i2.586

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019

Flag Counter

View My Stats