Evaluasi Implementasi Rekam Medis Elektronik Dalam Menurunkan Klaim Pending BPJS Rawat Inap di Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan
Abstract
Tingginya klaim pending BPJS akibat kekurangan dokumen dan kesalahan koding menjadi tantangan dalam pengelolaan klaim di RS Bhayangkara Balikpapan. Untuk mengatasi masalah tersebut, implementasi RME berbasis SIMRS Khanza di rawat inap yang dimulai pada Agustus 2024 diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan klaim BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana implementasi RME berdampak pada penurunan klaim pending BPJS rawat inap di RS Bhayangkara Balikpapan.
Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan diagnosis tingkat organisasi. Data diambil pada Desember 2024. Data primer dikumpulkan dengan wawancara mendalam pada 20 informan. Sedangkan data sekunder diambil dari laporan BAHV klaim BPJS rawat inap pelayanan Januari sampai Oktober 2024. Analisis interaktif dilakukan dengan triangulasi data primer dan sekunder untuk mendapatkan data yang valid.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RME memberikan kemudahan pengumpulan dokumen dan meningkatkan akurasi koding INA-CBG sehingga berhasil menurunkan klaim pending dari 18,7% menjadi 14,3%, serta mempercepat waktu pengajuan klaim 1-2 hari dibanding metode manual. Namun kendala teknis (jaringan tidak stabil, keterbatasan komputer, dan keterbatasan fitur SIMRS) serta kendala non-teknis (resistensi staf dan kurangnya kompetensi SDM) masih menjadi hambatan.
Kesimpulan, RME efektif menurunkan klaim pending melalui perbaikan administrasi dan efisiensi waktu. Disarankan optimalisasi fitur SIMRS, penguatan infrastruktur teknologi, pelatihan staf dan pendampingan DPJP senior serta evaluasi berkala dapat dilakukan untuk mendukung keberlanjutan sistem dalam meningkatkan pengelolaan klaim BPJS secara menyeluruh.
Kata kunci : RME, Klaim Pending BPJS, Rawat Inap.
Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan diagnosis tingkat organisasi. Data diambil pada Desember 2024. Data primer dikumpulkan dengan wawancara mendalam pada 20 informan. Sedangkan data sekunder diambil dari laporan BAHV klaim BPJS rawat inap pelayanan Januari sampai Oktober 2024. Analisis interaktif dilakukan dengan triangulasi data primer dan sekunder untuk mendapatkan data yang valid.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RME memberikan kemudahan pengumpulan dokumen dan meningkatkan akurasi koding INA-CBG sehingga berhasil menurunkan klaim pending dari 18,7% menjadi 14,3%, serta mempercepat waktu pengajuan klaim 1-2 hari dibanding metode manual. Namun kendala teknis (jaringan tidak stabil, keterbatasan komputer, dan keterbatasan fitur SIMRS) serta kendala non-teknis (resistensi staf dan kurangnya kompetensi SDM) masih menjadi hambatan.
Kesimpulan, RME efektif menurunkan klaim pending melalui perbaikan administrasi dan efisiensi waktu. Disarankan optimalisasi fitur SIMRS, penguatan infrastruktur teknologi, pelatihan staf dan pendampingan DPJP senior serta evaluasi berkala dapat dilakukan untuk mendukung keberlanjutan sistem dalam meningkatkan pengelolaan klaim BPJS secara menyeluruh.
Kata kunci : RME, Klaim Pending BPJS, Rawat Inap.
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.52643/jti.v11i2.6712
Refbacks
- There are currently no refbacks.
StatCounter

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











