Bercocok Tanam Dengan Sistem Hidroponik Berbasis Ramah Lingkungan Melalui Pemanfaatan Sampah Botol Plastik

Fitri Damayanti, Titin Supriyatin

Abstract


ABSTRAK

Sampah plastik termasuk botol plastik adalah jenis sampah yang sangat sulit terurai sehingga menimbulkan masalah kebersihan dan kesehatan lingkungan. Secara umum masyarakat belum memiliki kemampuan dalam mengolah sampah botol plastik sehingga terjadi penumpukan. Sampah botol plastik tersebut belum termanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Permasalahan lain yang dihadapi mitra adalah terbatasnya lahan dan waktu yang dimiliki mitra untuk bercocok tanam. Solusi yang ditawarkan adalah penerapan teknik bercocok tanam dengan sistem hidroponik berbasis ramah lingkungan dengan memanfaatkan sampah botol plastik. Kegiatan dilakukan dengan mentransfer pengetahuan kepada mitra melalui pelatihan pembuatan perangkat sistem hidroponik sederhana menggunakan botol plastik sebagai media tanam sayuran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan mitra PKK Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan cara bercocok tanam dengan sistem hidroponik berbasis ramah lingkungan melalui pemanfaatan daur ulang botol plastik. Kegiatan ini merupakan salah satu terobosan dalam mengurangi masalah plastik dengan menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan asri. Setelah pelatihan terjadi peningkatan pengetahuan mitra mengenai pemanfaatan sampah botol plastik dan terbukti juga berhasil meningkatkan minat peserta untuk memanfaatkan botol plastik bekas untuk bercocok tanam di rumah. Mitra memberikan respon yang sangat positif terhadap kegiatan yang telah dilakukan dan menilai kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain itu, kegiatan ini dapat mendorong kemandirian ekonomi mitra dengan mengurangi biaya belanja rumah tangga sehari-hari terutama sayuran.

Kata kunci:  botol plastik, daur ulang, hidroponik

 

ABSTRACT

 

Plastic waste as well as plastic bottles is a type of waste that are very difficult to decompose. That has caused environmental and hygiene problems. In general, the community does not yet have the ability to process plastic bottle waste that cause buildup. Plastic bottle waste has not been much used as something useful. Others problems that has againt partner are limited land and time to grow crops. The solution offered was the application of agricultural techniques using environmentally friendly hydroponic systems based on plastic bottle waste. This activity was carried out by transferring knowledge to partner through training in making a simple hydroponic system using plastic bottles as a medium for growing vegetables. Community service activities were carried out with PKK Karang Anyar, Sawah Besar Regency, Jakarta as a partner. This activity aimed to introduce how to plant with an environmentally friendly hydroponic system based on the use of recycled plastic bottles. This activity is one of the breakthroughs in reducing plastic problems by creating a clean, green, and beautiful environment. After the training there was an increase in partner's knowledge about the use of plastic bottle holders and it was proven that it also succeeded in increasing participants' interest in using plastic bottles for farming at home. Partner gave very positive response to the activities that have been carried out and feel this activity was very beneficial. In addition, this activity could encourage the economic independence of partners by reducing the cost of daily household expenses, especially vegetables.

Keywords: plastic bottle, recycle, hydroponic


Full Text:

PDF

References


Asker, H. M. 2015. Hydroponic technology for lily flowers and bulbs production using rainwater and some common nutrient solutions. African Journal of Biotechnology. 4 (29): 2307-2313.

Azad, A.K., I. Katsumi., J. C. Diaz-Perez., T. E. El-Jaoual. and N. Takeda. 2013. Growth and development of komatsuna (Brassica rapa L. Nothovar) in NFT (nutrient film technique) system, as influenced by natural mineral. Agricultural Sciences. 4(7A): 1-7.

Babu, A. V, I. Antony. and E. V. Ramasamy. 2014. Removal of Cadmium from water with Nutrient Film Technique (NFT). LAKE: Conference on Conservation and Sustainable Management of Wetland Ecosystem in Western Ghats. 13th-15th November: 152-156.

Barbosa, G. L., F. G. A. Gadelha., N. Kublik., A. Proctor., L. Reichelm., E. Weissinger., G. M. Wohlleb. and R. U. Halden. 2015. Comparison of land, water, and energy requirements of lettuce grown using hydroponic vs. conventional agricultural methods. Int. J. Environ. Res. Public Health. 12: 6879-6891.

Jenkins, G., Keeffe. and N. Hall. 2015. Planning urban food production into today’s cities 35-47. Future of Food: Journal on Food, Agriculture and Society. 3 (1): 35-47.

[KLHK] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Sistem Informasi Pengolahan Sampah Nasional (SIPSN). Komposisi Sampah. http://sipsn.menlhk.go.id/?q=3a-komposisi-sampah. Diakses tanggal 20 Agustus 2019.

Lingga, P. 2011. Hidroponik Bercocok Tanam Tanpa Tanah. Cetakan XXXII. Penerbit Penebar Swadaya. Jakarta.

Mohammed, S. B., and R. Sookoo. 2016. Nutrient film technique for commercial production. Agricultural Science Research Journal. 6 (11): 269 – 274.

Pratiwi, P. R., M. Subandi. and E. Mustari. 2015. Pengaruh tingkat EC (electrical conductivity) terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.) pada sistem instalasi aeroponik vertikal. Jurnal Agro. 2(1): 35-42.

Rababah, A. 2017. Hydroponics removal of wastewater’s contaminants for the generation of commercially valuable plants and environmentally sound effluent for the dead sea communities. Jordan Journal of Civil Engineering. 1 (3): 273 -286.

Roidah, I. S. 2014. Pemanfaatan lahan dengan menggunakan sistem hidroponik. Jurnal Universitas Tulungagung Bonorowo. 1(2): 43-50.

Romadloni, P. L. 2015. Rancang bangun sistem otomasi hidroponik NFT (Nutrient Film Technique). e-Proceeding of Applied Science. 1 (1): 75-84.

Sardare, M. D., and S. V. Admane. 2013. A review on plant without soil – hydroponics. IJRET. 2(3): 299-304.

Sesanti, R. N., dan Sismanto. 2014. Pertumbuhan dan hasil pakchoi (Brasicca rapa l.) pada dua sistem hidroponik dan empat jenis nutrisi. Jurnal Kelitbangan. 4(1): 1-9.

Surtinah. 2016. Penambahan oksigen pada media tanam hidroponik terhadap pertumbuhan pakcoy (Brassica rapa). Jurnal Bibiet. 1(1): 27-35.

Wachjar, A., dan R. Anggayuhlin. 2013. Peningkatan produktivitas dan efisiensi konsumsi air tanaman bayam (Amaranthus tricolor L.) pada teknik hidroponik melalui pengaturan populasi tanaman. Bul. Agrohorti. 1 (1): 127-134.

Wibowo, S., dan S. Asriyanti. 2013. Aplikasi hidroponik NFT pada budidaya pakcoy (Brassica rapa chinensis). Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. 3 (3): 159-167.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.