Pemberdayaan Kelompok Wanita Usia Subur Di RPTRA Bambu Petung Jakarta Timur Untuk Pencegahan Penularan Tuberkulosis Di Masyarakat Tahun 2019

Cicilia Windiyaningsih, Yeny Sulistyowati, Yenni Ariestanti, Tiwi Nurhastuti

Abstract


Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Beban TB semakin meningkat seiring dengan semakin bertambahnya kasus koinfeksi TB-HIV. Pada tahun 2013, diperkirakan insiden tuberkulosis secara global mencapai 9 juta1 . Jumlah penderita TB paru di Indonesia terus meningkat, terdapat 460.000 kasus baru TB dengan jumlah kematian sebesar 62.246 orang2 . Kematian akibat TB pada sebagian besar negara di dunia, lebih banyak pada pria daripada wanita. Dampak TB pada wanita lebih besar secara ekonomi dan reproduksi, serta terhadap anak dan anggota keluarga yang lain3. Membuktikan edukasi pengetahuan,sikap dan perilaku tentang pencegahan penularan Tuberkulosis sebelum diberikan materi pencegahan penularan tuberculosis dibandingkan sesudah diberikan materi dan simulasi terjadi peningkatan nilai rerata pengetahuan, sikap dan perilaku. Pemberian materi dengan ceramah interaktif dan tanya jawab, simulasi, pratik mevisualisasikan pencegahan penularan Tuberkulosis kepada masyarakat. Sampel 75 wanita usia subur secara kuota yg diberikan kepada bapak RW ke RT oleh coordinator RPTRA Bambu Petung. Pre dan post tes serta evaluasi pengetahuan,sikap dan praktik pencegahan penularan Tuberkulosis dengan lembar pertanyaan yang standard an sama dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Analisis deskriptif dan analitik pertama untuk pre test dan post tes 52 responden dengan uji beda dua mean dependent (pair t test); begitu pula untuk 12 responden dengan tiga kali evaluasi nilai KAP pre,post dan kunjungan menggunakan analisis uji beda dua mean dependen (pair t test). Hasil  pre dan post tes tentang pencegahan penularan TBC sebelum diberikan edukasi dan simulasi di RPTRA Bambu Petung adalah sebagai berikut jumlah responden yang dilakukan evaluasi sejumlah 52 responden. Menurut uji statistic uji beda dua mean dependent peningkatan nilai rerata tersebut bermakna dengan nilai p 0.00, mean -1.692,sd 1.842,SE mean 0.255,95%CI -2.205sd -1.179 artinya edukasi, simulasi berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan,sikap dan perilaku. Berdasarkan hasil evaluasi tiga kali  12 responden WUS pre, post dan nilai kunjungan ke rumah rerata nilai jawaban yang benar pre 12.25 (nilai 75.00),post 14.33 (nilai 87.5), dan  nilai kunjungan ke rumah menurun menjadi 10.92 (68.75); untuk median pre 12.50 (nilai 78) post terjadi peningkatan menjadi 15.00 (93.75) dan pada saat kunjungan terjadi penurunan nilai jawaban yang benar menjadi rerata 12 (75.00); untuk mode pre tes dan post tes sama pada nilai 15 (93.75) dan saat kunjungan mode jawaban benar 12 (75.00) terjadi penurunan. Hasil uji statistik dengan uji beda dua mean dependent nilai rearata pre tes dan post test berhubungan bermakna begitu pula nilai post test dengan nilai saat kunjungan juga masih tetap bermakna. Namun hasil uji pre tes dibandingkan dengan hasil evaluasi nilai KAP saat kunjungan tidak berbeda bermakna. Effect size penelitian ini (d) adalah dari sedang sampai dengan besar yaitu d 1,246 effek size besar artinya perbedaan rata-rata antar kelompok besar, sedangkan yang sedang perbedaan antara kelompok satu dengan yang lainnya tidak besar. Edukasi dengan ceramah, tanya jawab, pemberian hard copy materi serta simulasi tentang pencegahan penularan Tuberculosis mempunyai kontribusi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan penularan Tuberculosis.

Kata Kunci: edukasi, pengetahuan sikap dan perilaku TB.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter

StatCounter

View My Stats